Kanjeng Nabi Khidir berhenti sejenak, lalu berkata “matahari berbeda dengan bulan, perbedaannya terdapat pada cahaya yang dipancarkannya. Sudahkah hidayah iman terasa dalam dirimu? Tauhid adalah pengetahuan penting untuk menyembah pada Allah, juga makrifat harus kita miliki untuk mengetahui kejelasan yang terlihat, ya ru’yat (melihat dengan mata telanjang) sebagai saksi adanya yang terlihat dengan nyata. Maka dari itu kita dalami sifat dari Allah, sifat Allah yang sesungguhnya, Yang Asli, asli dari Allah. Sesungguhnya Allah itu, allah yang hidup. Segala afalnya (perbuatanya) adalah bersal dari Allah. Itulah yang demaksud dengan ru’yati. Kalau hidupmu senantiasa kamu gunakan ru’yat, maka itu namanya khairat (kebajikan hidup). Makrifat itu hanya ada di dunia. Jauhar awal khairat (mutiara awal kebajikan hidup), sudah berhasil kau dapatkan. Untuk itu secara tidak langsung sudah kamu sudah mendapatkan pengawasan kamil (penglihatan yang sempurna). Insan Kamil (manusia yang sempurna) berasal dari Dzatullah (Dzatnya Allah). Sesungguhnya ketentuan ghaib yang tersurat, adalah kehendak Dzat yang sebenarnya. Sifat Allah berasal dari Dzat Allah. Dinamakan Insan Kamil kalau mengetahui keberadaan Allah itu. Bilamana tidak tertulis namamu, di dalam nuked ghaib insan kamil, itu bukan berarti tidak tersurat. Ya, itulah yang dinamakan puji budi (usaha yang terpuji). Berusaha memperbaiki hidup, akan menjadikan kehidupan nyawamu semakin baik. Serta badannya, akan disebut badan Muhammad, yang mendapat kesempurnaan hidup”.
Syekh Malaya berkata lemah lembut, “mengapa sampai ada orang mati yang dimasukkan neraka? Mohon penjelasan yang sebenarnya”.
Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan tersemyum manis, “Wahai Malaya! Maksudnya begini. Neraka jasmani juga berada di dalam dirimu sendiri, dan yang diperuntukkan bagi siapa saya yang belum mengenal dan meniru laku Nabiyullah. Hanya ruh yang tidak mati. Hidupnya ruh jasmani itu sama dengan sifat hewan, maka akan dimasukkan ke dalam neraka. Juga yang mengikuti bujuk rayu iblis, atau yang mengikuti nafsu yang merajalela seenaknya tanpa terkendali, tidak mengikuti petunjuk Gusti Allah SWT. Mengandalkan ilmu saja, tanpa memperdulikan sesama manusia keturunan Nabi Adam, itu disebut iman tadlot. Ketahuilah bahwa umat manusia itu termasuk badan jasmanimu. Pengetahuan tanpa guru itu, ibarat orang menyembah tanpa mengetahui yang disembah. Dapat menjadi kafir tanpa diketahui, karena yang disembah kayu dan batu, tidak mengerti apa hukumnya, itulah kafir yang bakal masuk neraka jahanam.
Adapun yang dimaksudkan Rud Idhafi adalah sesuatu yang kelak tetap kekal sampai akhir nanti kiamat dan tetap berbentuk ruh yang berasal dari ruh Allah. Yang dimaksud dengan cahaya adalah yang memancar terang serta tidak berwarna, yang senantiasa meserangi hati penuh kewaspadaan yang selalu mawas diri atau introspeksi mencari kekurangan diri sendiri serta mempersiapkan akhir kematian nanti. Merasa sebagai anak Adam yang harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan. Ruh Idhafi seudah ada sebelum tercipta. Syirik itu dapat terjadi, tergantung saat menerima sesuatu yang ada, itulah yang disebut Jauhar Ning. keenamnya jauhar awal. Jauhar awal adalah mutiara ibaratnya. Mutiara yang indah penghias raga agra nampak menarik. Mutiara akan tampak indah menawan. Bermula dari ibarat ketujuh, dikala mendengarkan sabda Allah, maka Ruh Idhafi akan menyesuaikan, yang terdapat di dalam Dzat Allah Yang Mutlak. Ruh serba psrah kepada Dzatullah, itullah yang dimaksudkan Ruh Idhafi. Jauhar awal itu pula, yang menimbulkan Shalat Daim. Shalat Daim tidak perlu mengunakan air wudhu, untuk membersihkan khadas tidak disyaratkan. Itulah shalat batin yang sebenarnya, diperbolehkan makan tidur syahwat maupun buang kotoran. Demikianlah tadi cara shalat Daim. Perbuatan itu termasuk hal terpuji, yang sekaligus merupakan perwujudan syukur kepada Allah. Jauhar tadi bersatu padu menghilangkan sesuatu yang menutupi atau mempersulit mengetahui keberadaan Allah Yang Terpilih. Adanya itu menujukkan adanya Allah, yang mustahil kalau tidak berwujud sebelumnya.
Kehidupan itu seperti layar dengan wayangnya, sedang wayang itu tidak tahu warna dirinya. Akibat junub sudah bersatu erat tetap bersih badan jisimmu. Adapun Muhammad badan Allah. Nama Muhammad tidak pernah pisah dengan nama Allah. Bukakah hidayah itu perlu diyakini? Sebagai pengganti Allah? Dapat pula disebut utusan Allah. Nabi Muhammad juga termasuk badan mukmin atau orang yang beriman. Ruh mukmin identik pula dengan Ruh Idhafi dalam keyakinanmu. Disebut iman maksum, kalau sudah mendapat ketetapan sebagai panutan jati. Bukankah demikian itu pengetahuanmu? Kalau tidak hidup begitu, berarti itu sama dengan hewan yang tidak tahu adanya sesuatu di masa yang telah lewat. Kelak, karena tidak mengetahui ke-Islaman, maka matinya tersesat, kufur serta kafir badannya. Namun bagi yang telah mendapatkan pelajaran ini, segala permasalahan dipahamilebih seksama baru dikerjakan, Allah itu tidak berjumlah tiga. Yang menjadi suri tauladan adalah Nabi Muhammad. Bukankah sebenarnya orang kufur itu, mengingkari empat masalah prinsip. Di antaranya bingung karena tiada pedoman manusia yang dapat diteladani. Kekafiran mendekatkan pada kufur kafir. Fakhir dekat dengan kafir. Sebabnya karena kafir itu, buta dan tuli tidak mengerti tentang surga dan neraka. Fakhir tidak akan mendekatkan pada Tuhan. Tidak mungkin terwujud pendekatan ini, tidak menyembah dan memuji, karena kekafirannya. Seperti itulah kalau fakhir terhadap Dzatullah. Dan sesungguhnya Gusti Allah, mematikan kefakhiran manusia, kepastianny ada di tanga Allah semata-mata. Adapun wujud Dzatullah itu, tidak ada stu makhluk pun yang mengetahui kecuali Allah sendiri. Ruh Idhafi menimbulkan iman. Ruh Idhafi berasal dari Allah Yang Maha Esa, itulah yang disebut iman tauhid. Meyakini adanya Allah juga adanya Muhammad sebagai Rasulullah. Tauhid hidayah yang sudah ada padamu, menyatu dengan Tuhan Yang Terpilih. Menyatu dengan Gusti Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Dan kamu harus menyatu bahwa Gusti Allah itu ada dalam dirimu. Ruh Idhafi ada di dalam dirimu. Makrifat itu sebutannya. Hidupnya disebut Syahadat, hidup tunggal didalam hidup. Sujud rukuk sebagai penghiasnya. Rukuk berarti dekat dengan Tuhan Pilihan. Penderitaan yang selalu menyertai menjelang ajal tidak akan terjadi padamu, jangan takut menghadapi sakaratil maut. Jangan ikut-ikutan takut menjelang pertemuanmu dengan Allah. Perasaan takut itulah yang disebut dengan sekarat.
Ruh Idhafi tidak akan mati. Hidup mati, mati hidup. Akuilah sedalam-dalamnya bahwa keberadaanmu itu, terjadi karena Allah itu hidup dan menghidupi dirimu, dan menghidupi segala yang hidup. Sastra Alif (huruf alif) harus dimintakan penjelasannya pada guru. Jabar jer-nya pun harus berani susah payah mendalaminya. Terlebih lagi poengetahuan tentang kafir dan syirik! Sesungguhnya semua itu, tidak dapat dijelaskan dengan tepat maksud sesungguhnya. Orang yang menjelaskan syariat itu berarti sudah mendapatkan anugrah sifat Gusti Allah. Sebagai sarana pengabdian hamba kepada Gusti Allah. Yang menjalankan shalat sesungguhnya raga. Raga yang shalat itu terdorong oleh adanya iman yang hidup pada diri orang yang menjalankannya. Seandainya nyawa tidak hidup, maka Lam Tamsyur (maka tidak akan menolong) semua perbuatan yang dijalankan. Secara yang tersurat, shalat itu adalah perbuatan dan kehendak orang yang menjalankan, namun sebenarnya Allah-lah yang berkehendak atas hambanya. Itulah hakikat dari Tuhan penciptanya. Ruh Idhafi berada di tangan orang mukmin. Semua ruh berada di tangan-Nya. Yaitu terdapat pada Ruh Idhafi. Ruh Idhafi adalah sifat jamal (sifat yang bagus atau indah) keindahan yang berasal Dzatullah. Ruh Idhafi nama sebuah tingkatan (maqom), yang tersimpan pada diri utusan Allah (Rasulullah). Syarat jisim lathif (jasad halus0 itu, harus tetap hidup dan tidak boleh mati.
Cahayanya berasal dari ruh itu, yang terus menerus meliputi jasad. Yang mengisayaratkan sifat jalal (sifat yang perkasa) dan sekaligus mengisyaratkat adanya sifat jamal (sifat keindahan). Jauhar awal mayit (mutiara awal kematian) itu, memberi isyarat hilangnya diri ini. Setelah semua menemui kematian di dunia, maka akan berganti hidup di akherat. Kurang lebih tiga hari perubahan hidup itu pasti terjadi. Asal mula manusia terlahir, dari adanya Ayah, Ibu serta Tuhan Yang Maha Pencipta. Satu kelahiran berasal dari tiga asal lahir. Ya, itulah isyarat dari tiga hari. Setelah dititipkan selama tujuh hari, maka dikembalikan kepada yang meninipkan (yang memberi amanat). Titipan itu harus seperti sedia kala. Bukankah tauhid itu sebagai srana untuk makrifat? Titipan yang ketiga puluh hari, itu juga termasuk juga titipan, yang ada hanya kemiripan dengan yang tujuh hari. Kalau menangis mengeluarkan air mata karena menyesali sewaktu masih hidup. Seperti teringat semasa kehidupan itu berasal dari Nur. Yang mana cahayanya mewujudkan dirimu. Hal itulah yang menimbulkan kesedihan dan penyesalan yang berkepanjangan. Tak terkecuali siapun yang merasakan itu semua, sebagaimana kamu mati, saya merasa kehilangan.
Mati atau hilang bertepatan hari kematian yang keempat puluh hari. Bagaimanakah yang lebih tepat untuk melukiskan persamaan sesama makhluk hidup secara keseluruhannya? Allah dan Muhammad semuannya berjumlah satu. Seratuspun dapat dilukiskan seperti satu bentuk, seperti diibaratkan dengan adanya cahaya yang bersember dari cahaya Muhammad yang sesungguhnya. Sama hal pada saat kamu memohon sesuatu. Ruh jasad hilang di dalamnya, kehadirat Tuhan Yang Maha Pemberi. Tepat pada hari keseribu, tidak ada yang tertinggal. Kembalinya pada allah sudah dalam keaadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama dalam keadaan yang sempurna. Sempurna seperti mula pertama diciptakan”.
Syekh Malaya terang hatinya, mendengarkan pelajaran yang baru diterima dari gurunya Syekh Mahyuningrat Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya senang hatinya sehingga beliu belum mau keluar dari dalam tubuh Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya menghaturkan sembah, sambil berkata manis seperti gula madu. “Kalau begitu hamba tidak mau keluar dari raga dalam tuan. Lebih nyaman di sini saja yang bebas dari sengsara derita, tiada selera makan tidur, tidak merasa ngantuk dan lapar, tidak harus bersusah payah dan bebas dari rasa pegal dan nyeri. Yang terasa hanyalah rasa nikmat dan manfaat”. Kanjeng Nabi Khidir memperingatkan, “yang demikian tidak boleh kalau tanpa kematian”.
Kanjeng Nabi Khidir semakin iba kepada pemohon yang meruntuhkan hatinya. Kata Kanjeng nabi Khidir, “kalau begitu yang awas sajalah terhadap hambatan upaya. Jangan sampai kau kembali. Memohonlah yang benar dan waspada. Anggaplah kalau sudah kau kuasai, jangan hanya digunakan dengan dasar bila ingat saja, karena hal itu sebagai rahasia Allah. Tidak diperkenankan mengobrol kepada sesama manusia, kalau tanpa seizin-Nya! Sekiranya akan ada yang mempersolakan, memperbincangkan masalah ini! Jangan sampai terlanjur! Jangan sampai membanggakan diri! Jangan peduli terhadap gangguan, cobaan hidup! Tapi justru terimalah dengan sabar! Cobaan hidup yang menuju kematian, ditimbulkan akibat buah pikir. Bentuk yang sebenarnya ialah tersimpan rapat di dalam jagadmu! Hidup tanpa ada yang menghidupi kecuali Allah saja. Tiada antara lamanya tentang adanya itu. Bukankah sudah berada di tubuh? Sungguh, bersama lainnya selalu ada dengan kau! Tak mungkin terpisahkan! Kemudian tidak pernah memberitahunakan darimana asalnya dulu. Yang menyatu dalam gerak perputaran bawana. Bukankah berita sebenarnya sudah ada padamu? Cara mendengarnya adalah denga ruh sejati, tidak menggunakan telinga. Cara melatihnya, juga tanpa dengan mata. Adpun telingannya, matanya yang diberikan oleh allah. Ada padamu itu. Secara batinnya ada pada sukma itu sendiri. Memang demikianlah penerapannya. Ibarat seperti batang pohon yang dibakar, pasti ada asap apinya, menyatu dengan batang pohonnya. Ibarat air dengan alunnya. Seperti minyak dengan susu, tubuhnya dikuasai gerak dan kata hati. Demikian pun dengan Hyang Sukma, sekiranya kita mengetahui wajah hamba Tuhan dan sukma yang kita kehendaki ada, diberitahu akan tempatnya seperti wayang ragamu itu. Karena datanglah segala gerak wayang. Sedangkan panggungnya jagd. Bentuk wayang adalah sebagai bentuk badan atau raga. Bergerak bila digerakkan. Segala-galanya tanpa kelihatan jelas, perbuatan dengan ucapan. Yang berhak menentukan semuanya, tidak tampak wajahnya. Kehendak justru tanpa wujud dalam bentuknya. Karena sudah ada pada dirimu. Permisalan yang jelas ketika berhias.
Yang berkaca itu Hyang Sukma, adapun bayangan dalam kaca itu ialah dia yang bernama manusia sesungguhnya, terbentuk di dalam kaca. Lebih besar lagi pengetahuan tentang kematian ini dibandingkan dengan kesirnaan jagad raya, karena lebih lembutseperti lembunya air. Bukankah lebih lembut kematian manusia ini? Artinya lembut kesirnaan manusia? Artinya lebih dari, karena menentukan segalanya. Sekali lagi artinya lembut ialah sangat kecilnya. Dapat mengenai yang kasar dan yang kecil. Mencakup semua yang merangkak, melata tiada bedanya, benar-benar serba lebih. Lebih pula dalam menerima perintah dan tidak boleh mengandalkan pada ajaran dan pengetahuan. Karena itu bersungguh-sungguhlah menguasainya. Pahamilah liku-liku solah tingkah kehidupan manusia! Ajaran itu sebagai ibarat benih sedangkan yang diajari ibarat lahan.
Misal kacang dan kedelai. Yang disebar di atas batu. Kalau batunya tanpa tanah pada saat kehujanan dan kepanasan, pasti tidak tidak akan tumbuh. Tapi bila kau bijaksana, melihatmu musnahkanlah pada matamu! Jadikanlah penglihatanmu sukma dan rasa. Demikian pula wujudmu, suaramu. Serahkan kembali kepada yang Empunya suara! Justru kau hanya mengakui saja sebagai pemiliknya. Sebenarnya hanya mengatasnamai saja. Maka dari itu kau jangan memiliki kebiasaan yang menyimpang, kecuali hanya kepada Hyang Agung. Dengan demikian kau Hangraga Sukma. Yaitu kata hatimu sudah bulat menyatu dengan kawula Gusti. Bicarakanlah manurut pendapatmu! Bila pendapatmu benar-benar meyakinkan, bila masih merasakan sakit dan was-was, berarti kejangkitan bimbang yang sebenarnya. Bila sudah menyatu dalam satu wujud. Apa kata hatimu dan apa yang kau rasakan. Apa yang kau pikir terwujud ada. Yang kau cita-citakan tercapai. Berarti sudah benar untukmu. Sebagai upah atas kesanggupanmu sebagai khalifah di dunia. Bila sudah memahami dan menguasai amalan dan ilmu ini, hendaknya semakin cermat dan teliti atas berbagai masalah.
Masalah itu satu tempat dengan pengaruhnya. Sebagai ibaratnya sekejap pun tak boleh lupa. Lahiriah kau landasilah dengan pengetahuan empat hal. Semuanya tanggapilah secara sama. Sedangkan kelimanya adalah dapat tersimpan dengan baik, berguna dimana saja! Artinya mati di dalam hidup. Atau sama dengan hidup di dalam mati. Ialah hidup abadi. Yang mati itu nafsunya. Lahiriah badan yang menjalani mati. Tertimpa pada jasad yang sebenarnya. Kenyataannya satu wujud. Raga sukma, sukma muksa. Jelasnya mengalami kematian! Syekh Malaya, terimalah hal ini sebagai ajaranku dengan senang hatimu! Anugrah berupa wahyu akan datang kepadamu. Seperti bulan yang diterangi cahaya temaram. Bukankah turnya wahyu meninggalkan kotoran? Bersih bening, hilang kotorannya”.
Kemudian Kanjeng Nabi Khidir berkata dengan lembut dan tersenyum. “Tak ada yang dituju, semua sudah tercakup haknya. Tidak ada yang diharapkan dengan keprawiraan, kesaktian semuanya sudah berlalu. Toh semuanya itu alat peperangan”. Habislah sudah wejangan Kanjeng Nabi Khidir. Syekh Malaya merasa sungkan sekali di dalam hati. Mawas diri ke dalam dirinya sendiri. Kehendak hati rasanya sudah mendapat petunjuk yang cukup. Rasa batinya menjelajah jagad raya tanpa sayap. Keseluruh jagad raya, jasadnya sudah terkendali. Menguasai hakekat semua ilmu. Misalnya bunga yang masih lam kuncup, sekarang sudah mekar berkembang dan baunya semerbak mewangi. Karena sudah mendapat san Pancaretna, kemudian Sunan Kalijaga disuruh kelura dari raga Kanjeng Nabi Khidir kembali ke alamnya semula”.
Lalu Kanjeng Nabi Khidir berkata, “He, Malaya. Kau sudah diterima Hyang Sukma. Berhasil menyebarkan aroma Kasturi yang sebenarnya. Dan rasa yang memanaskan hatimu pun lenyap. Sudah menjelajahi seluruh permukaan bumi. Artinya godaan hati ialah rasa qonaah yang semakin dimantapkan. Ibarat memakai pakaian sutra yang indah. Selalu mawas diri. Semua tingkah laku yang halus. Diserapkan kedalam jiwa, dirawat seperti emas. Dihiasi dengan keselamatan, dan dipajang seperti permata, agar mengetahui akan kemauan berbagai tingkah laku manusia. Perhaluslah budi pekermu atau akhlak ini! Warna hati kita yang sedang mekar baik, sering dinamakan Kasturi Jati. Sebagai pertanda bahwa kita tidak mudah goyah, terhadap gerak-gerik, sikap hati yang ingin menggapai sesuatu tanpa ilmu, ingin mendalami tentang ruh itu justru keliru. Lagi pula secara penataan, kita itu ibaratnya busana yang dipakai sebagai kerudung. Sedangkan yang ikat kepala sebagai sarungmu. Kemudian terlibat ingatan ketika dulu. Ibarat mendalami mati ketika berada di dalam rongga ragaku.
Tampak oleh Sunan Kalijaga cahaya. Yang warnanya merah dan kuning itu, sebagai hambatan yang menghadang agar gagal usaha atauu ikhtiar atau cita-citanya. Dan yang putih di tengah itulah yang sebenarnya harus diikuti. Kelimanya harus tetap diwaspadai. Kuasailah seketika jangan sampai lupa! Bisa dipercaya sifatnya. Berkat kesediaanku berbuat sebagai penyekat. Untuk alat pembebas sifat berbangga diri. Yang selalu didambakan siang dan malam. Bukankah aku banyak sekali melekat atau mengetahui caranya pemuka agama yang ternyata salah dalam penafsiran. Dan penyampaian keterangannya? Anggapannya sudah benar. Tak tahunya malah mematikan pengertian yang benar. Akibatnya terperosok dalam penerapannya. Ada pemuka agama yang ibaratnya menjadi murung. Ia hanya sekedar mencari tempat bertengger saja. Yaitu pada batang kayu yang baik rimbun, lebat buahnya, kuat batangnya. Untuk kemuliaan hidup baru. Ada orang yang berkedudukan, ada yang ikut orang kaya. Akhirnya di masyarakatkan. Ibaratnya seperti sekedar memperoleh kemuliaan sepele. Jadinya tersesat-sesat. Ada pula yang justru memiliki jalan terpaksa.
Menumpuk kekayaan harta dan istri banyak. Ada pula yang memilih jalan menguasai putranya. Putra yang bakal menguasai hak asasi orang per orang. Semuanya ingin mendapatkan yang serba lebih di dalam memiliki jalan mereka. Kalau demikian halnya, menurut pendapatku, belumlah mereka disebut pemuka agama yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah, tapi masih berkeinginan pribadi atau berambisi. Agar semua itu menjunjung harkat dan martabat. Tatanan yang tidak pasti, belum bisa disebut manusia utama. Yang demikian itu menurut anggapannya dan perasaannya mendapatkan kebahagiaan, kekayaan dan mengerti hak yang benar. Bila kemudian tertimpa kedudukan, terlanjur terbiasa. Memilih jalan sembarang tempat, tanpa mengahasilkan jerih payahnya dan tanpa hasil. Dalam arti mengalami kegagalan total. Setidak-tidaknya menimbulkan kecurigaan. Apa kebiasaan ketika hidup didunia. Ketika menghadapi datangnya maut, disitulah biasanya tidak kuat menerima ajal. Merasa berat meninggalkan kehidupan dunia yang tersangkal lagi. Pokoknya masih lekat sekali pada kehidupan duniawi. Begitulah beratnya amencari kemuliaan. Tidak boleh lagi merasa terlekat kepada anak-istri. Pada saat-saat menghadap ajatnya. Bila salah menjawab pertanyaannya bumi, lebih baik jangan jadi manusia! Kalau matinya tanpa pertanggungjawaban. Bila kau sudah merasa hatimu benar. Akan hidup abadi tanpa hisab. Akibatnya, tubuh bumi itu keterdiamannya tidak membantu. Kesepiannya tidak mencair. Tidak mempedulikan pembicaraan orang lain yang ditujukan kepadanya. Yaitu bagaimana hilang dan mati bersama raganya ialah diidamkannya. Sehingga mempertinggi semedinya, untuk mengejar keberhasilan. Tapi sayang tanpa petunjuk Allah, apalagi hanya semedi semata. Tidak disertai dukungan ilmu.
Kesadaran adalah Matahari... Kesabaran adalah Bumi... Keberanian menjadi cakrawala... Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata...
NO GOD BUT ALLAH . . .
اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ...
Senin, 25 Juli 2011
Sabtu, 23 Juli 2011
MELAMAR...
MELAMAR...
Dinda...Maukah kau jadi istriku?*~ Dinda, Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak ganteng Tapi aku akan berusaha menjadi seorang laki-laki sejati di hadapanmu. Maukah kau menjadi istriku? Pendapatanku pas-pas an. Aku cuma kuli ...biasa. Aku juga tidak tahu apakah aku akan selalu dapat pekerjaaan. Yang pasti aku tetap selalu berusaha memberi nafkah untuk kamu dan anak-anak kita kelak. Maukah kau menjadi istriku? Aku belum punya rumah sendiri, aku masih ngontrak. Aku juga tidak tahu apakah aku akan ngontrak selamanya atau suatu saat aku dapat membeli rumah untuk kita tinggali. Yang pasti aku tidak akan membiarkan kamu dan anak-anak kita kepanasan dan kehujanan. Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak romantis. Cintaku juga biasa, karena itu aku butuh kamu untuk bersama-sama menjadikan cinta ini luar biasa. Maukah kau menjadi istriku? Mungkin nanti tidak ada pesta resepsi yang indah di gedung megah, karena aku hanya sanggup membawamu menikah di KUA, dan sekedar selamatan & syukuran seadanya. Maukah kau menjadi istriku? jika kamu bersedia, Insya Alloh sehabis lebaran ini aku akan melamarmu dan menikahimu, karena aku harus menunggu THR dulu….. Dinda, maukah kau menjadi istriku????
Dinda...Maukah kau jadi istriku?*~ Dinda, Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak ganteng Tapi aku akan berusaha menjadi seorang laki-laki sejati di hadapanmu. Maukah kau menjadi istriku? Pendapatanku pas-pas an. Aku cuma kuli ...biasa. Aku juga tidak tahu apakah aku akan selalu dapat pekerjaaan. Yang pasti aku tetap selalu berusaha memberi nafkah untuk kamu dan anak-anak kita kelak. Maukah kau menjadi istriku? Aku belum punya rumah sendiri, aku masih ngontrak. Aku juga tidak tahu apakah aku akan ngontrak selamanya atau suatu saat aku dapat membeli rumah untuk kita tinggali. Yang pasti aku tidak akan membiarkan kamu dan anak-anak kita kepanasan dan kehujanan. Maukah kau menjadi istriku? Aku cuma laki-laki biasa. Tidak romantis. Cintaku juga biasa, karena itu aku butuh kamu untuk bersama-sama menjadikan cinta ini luar biasa. Maukah kau menjadi istriku? Mungkin nanti tidak ada pesta resepsi yang indah di gedung megah, karena aku hanya sanggup membawamu menikah di KUA, dan sekedar selamatan & syukuran seadanya. Maukah kau menjadi istriku? jika kamu bersedia, Insya Alloh sehabis lebaran ini aku akan melamarmu dan menikahimu, karena aku harus menunggu THR dulu….. Dinda, maukah kau menjadi istriku????
Selasa, 07 Juni 2011
Mengatasi anak pemalu
Mengatasi anak pemalu
Jika si kecil selalu menyembunyikan kepalanya, kelihatan gelisah, menangis saat bertemu atau melihat orang yang asing baginya, mungkin Anda langsung menyebutnya punya pembawaan pemalu.
Anda juga memerhatikan, bagaimana ia bersikap ketika harus berhadapan dengan orang, tempat, atau sesuatu yang baru (termasuk permainan dan makanan), si kecil cenderung “mundur” sampai ia benar-benar merasa aman.
Mungkin si kecil termasuk anak yang gampang tidur, lebih peka dibanding anak lainnya. Saat ia sakit gigi, misalnya, ia cenderung tak mau menunjukkan rasa sakitnya.
Begitulah kira-kira gambaran si pemalu. Kata para ahli, sebagian besar sifat dasar anak merupakan pembawaan lahir. Banyak anak dilahirkan dengan pembawaan yang penuh percaya diri, tapi tak sedikit pula yang terlahir dengan pembawaan pemalu, pendiam.
Ada pula ahli yang berpendapat, sifat pemalu dan sifat-sifat lainnya adalah merupakan hasil saraf yang bersosialisasi. Maksudnya, sifat takut terhadap suatu lingkungan baru dan anak perlu waktu untuk beradaptasi, adalah bawaan dari “gen” anak itu sendiri.
PEMALU VS PENAKUT
Sebelum memutuskan anak Anda seorang yang pemalu, teliti lebih jauh dulu. Sebab, kita harus bisa memisahkan antara si pemalu dan si penakut. Perbedaannya, jika anak Anda tiba-tiba bersikap menjadi lebih berhati-hati terhadap hal-hal yang asing baginya atau merasa takut jika jauh dari Anda, ini adalah sifat penakut.
Hal ini muncul bagaikan periode yang tiba-tiba, sementara anak lainnya (pada masa yang sama) bisa lebih independen. Hampir semua anak mengalami periode ini. Umumnya ketika mereka menginjak umur 9-18 bulan dan dapat berlanjut sampai mereka berumur 3, bahkan mungkin lebih dari usia itu. Mereka tak menginginkan siatusi asing, ayah dan ibunya pergi, atau ketakutan di kegelapan.
MENYULAP JADI SI PERCAYA DIRI
Kendati demikian, kalaupun Anda merasa si kecil pemalu, tak perlu khawatir. Sifat ini tidak akan membawanya menjadi anak terbelakang, misalnya. Pendek kata, normal-normal saja. Berikut sejumlah tips untuk menolong si pemalu.
Yang Harus Dilakukan:
1. Jangan mencap anak pemalu. Jangan pula “menyebarkan” kekurangannya ini pada orang lain. Soalnya, buat anak, hal itu terdengar sebagai kritikan menyakitkan. Hal itu juga seolah-olah memisahkan dirinya dengan orang lain yang tidak pemalu.
2. Sebagai ganti mencapnya pemalu, jika ada yang bertanya tentang sifat si anak, katakan saja, “Dia memang memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang yang belum dikenalnya.”
3. Usahakan untuk tidak berpikir bahwa dia pemalu. Jika Anda tanpa sadar menganggap dia pemalu, anggapan ini seolah-olah menjadi harapan dan label yang Anda berikan pada si kecil yang justru malah akan memengaruhi pula tingkah lakunya.
4. Pahami keadaannya. Biarkan anak tahu, Anda mengerti dan mema-hami benar apa yang dirasakannya. Misalnya, jika Anda berdua pergi ke suatu pesta ulang tahun temannya, katakan padanya, “Mungkin suasananya enggak terlalu enak, ya, buat kamu. Banyak orang, ribut. Tapi memang begitulah yang namanya pesta.” Dengan demi-kian, si kecil akan tahu, reaksi dari perasa-annya normal karena orang lain pun merasakan hal yang sama dengannya.
5. Beri dukungan. Setiap kali anak mempunyai teman baru atau mau bergabung dengan suatu kegiatan, pujilah usahanya. Walaupun dia akhirnya ha-nya mau tersenyum setelah selama 15 menit bersembunyi di belakang Anda, katakanlah, “Aduh, senyum anak Mama manis sekali”. Jelaskan pula padanya, senyuman itu membuat orang lain senang daripada ia sama sekali tidak bereaksi.
6. Jangan lupa minta pengertian pada semua keluarga untuk bersabar menghadapi sikap si kecil dan minta mereka untuk tidak “menekan” atau mengolok-olok si kecil.
7. Hindari mengritik atau mengecilkannya. Tidak ada hal yang menghancurkan rasa percaya diri anak dengan amat cepat kecuali kata-kata yang tidak menyenangkan, walaupun Anda mungkin berpikir itu cuma gurauan atau candaan.
8. Ingat, tak ada manfaatnya membuat anak menjadi malu alias dipermalukan. Sifat ini sudah merupakan pembawaan dan bukan kemauan anak.
9. Jangan menghindari acara atau situasi sosial lainnya. Mungkin Anda akan berpikir, si kecil justru lebih berani jika tidak harus berkumpul dengan banyak orang. Justru jangan biarkan dia tidak bergabung pada kelompok aktivitas. Mungkin anak akan perlu waktu lebih lama untuk bisa membaur dan menyatu dengan teman-temannya, tapi lebih banyak dia bergaul, bertemu orang baru, akan lebih cepat dia menjadi terbiasa dan tak perlu waktu lama lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Saat menghadiri pesta HUT, misalnya, Anda bisa mengajaknya datang lebih awal, sebelum para undangan lainnya, sehingga anak bisa melihat terlebih dulu ruangan, situasi, dan lainnya. Ini akan membuatnya merasa relaks dan percaya diri.
10. Cari cara bersosialisasi yang dapat mengurangi stres anak. Pilih kegiatan-kegiatan yang melibatkannya dalam kelompok kecil dan tenang atau tempat yang sudah dikenalnya. Jika perpustakaan merupakan tempat favoritnya, Anda dapat mengajak teman-temannya untuk sama-sama mengunjungi perpustakaan tersebut.
Latihan serta saran di atas akan sangat bermanfaat bagi si kecil yang pemalu. Bukannya tak mungkin, nantinya sifat pemalunya itu akan sirna seiring dengan bertambahnya usia anak karena ia sudah mendapat banyak masukan dan latihan.
Para ahli percaya, pada masa pertumbuhan anak, pengaruh keturunan memang berperan. Mungkin hanya 10 persen dari anak yang dilahirkan yang memiliki bawaan sifat bagaikan orang dewasa. Oleh sebab itu, tak perlu cemas akan masa depan anak. Yang penting, fokuskan perhatian untuk mendukung anak dalam menghadapi dunia.
Jika si kecil selalu menyembunyikan kepalanya, kelihatan gelisah, menangis saat bertemu atau melihat orang yang asing baginya, mungkin Anda langsung menyebutnya punya pembawaan pemalu.
Anda juga memerhatikan, bagaimana ia bersikap ketika harus berhadapan dengan orang, tempat, atau sesuatu yang baru (termasuk permainan dan makanan), si kecil cenderung “mundur” sampai ia benar-benar merasa aman.
Mungkin si kecil termasuk anak yang gampang tidur, lebih peka dibanding anak lainnya. Saat ia sakit gigi, misalnya, ia cenderung tak mau menunjukkan rasa sakitnya.
Begitulah kira-kira gambaran si pemalu. Kata para ahli, sebagian besar sifat dasar anak merupakan pembawaan lahir. Banyak anak dilahirkan dengan pembawaan yang penuh percaya diri, tapi tak sedikit pula yang terlahir dengan pembawaan pemalu, pendiam.
Ada pula ahli yang berpendapat, sifat pemalu dan sifat-sifat lainnya adalah merupakan hasil saraf yang bersosialisasi. Maksudnya, sifat takut terhadap suatu lingkungan baru dan anak perlu waktu untuk beradaptasi, adalah bawaan dari “gen” anak itu sendiri.
PEMALU VS PENAKUT
Sebelum memutuskan anak Anda seorang yang pemalu, teliti lebih jauh dulu. Sebab, kita harus bisa memisahkan antara si pemalu dan si penakut. Perbedaannya, jika anak Anda tiba-tiba bersikap menjadi lebih berhati-hati terhadap hal-hal yang asing baginya atau merasa takut jika jauh dari Anda, ini adalah sifat penakut.
Hal ini muncul bagaikan periode yang tiba-tiba, sementara anak lainnya (pada masa yang sama) bisa lebih independen. Hampir semua anak mengalami periode ini. Umumnya ketika mereka menginjak umur 9-18 bulan dan dapat berlanjut sampai mereka berumur 3, bahkan mungkin lebih dari usia itu. Mereka tak menginginkan siatusi asing, ayah dan ibunya pergi, atau ketakutan di kegelapan.
MENYULAP JADI SI PERCAYA DIRI
Kendati demikian, kalaupun Anda merasa si kecil pemalu, tak perlu khawatir. Sifat ini tidak akan membawanya menjadi anak terbelakang, misalnya. Pendek kata, normal-normal saja. Berikut sejumlah tips untuk menolong si pemalu.
Yang Harus Dilakukan:
1. Jangan mencap anak pemalu. Jangan pula “menyebarkan” kekurangannya ini pada orang lain. Soalnya, buat anak, hal itu terdengar sebagai kritikan menyakitkan. Hal itu juga seolah-olah memisahkan dirinya dengan orang lain yang tidak pemalu.
2. Sebagai ganti mencapnya pemalu, jika ada yang bertanya tentang sifat si anak, katakan saja, “Dia memang memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang yang belum dikenalnya.”
3. Usahakan untuk tidak berpikir bahwa dia pemalu. Jika Anda tanpa sadar menganggap dia pemalu, anggapan ini seolah-olah menjadi harapan dan label yang Anda berikan pada si kecil yang justru malah akan memengaruhi pula tingkah lakunya.
4. Pahami keadaannya. Biarkan anak tahu, Anda mengerti dan mema-hami benar apa yang dirasakannya. Misalnya, jika Anda berdua pergi ke suatu pesta ulang tahun temannya, katakan padanya, “Mungkin suasananya enggak terlalu enak, ya, buat kamu. Banyak orang, ribut. Tapi memang begitulah yang namanya pesta.” Dengan demi-kian, si kecil akan tahu, reaksi dari perasa-annya normal karena orang lain pun merasakan hal yang sama dengannya.
5. Beri dukungan. Setiap kali anak mempunyai teman baru atau mau bergabung dengan suatu kegiatan, pujilah usahanya. Walaupun dia akhirnya ha-nya mau tersenyum setelah selama 15 menit bersembunyi di belakang Anda, katakanlah, “Aduh, senyum anak Mama manis sekali”. Jelaskan pula padanya, senyuman itu membuat orang lain senang daripada ia sama sekali tidak bereaksi.
6. Jangan lupa minta pengertian pada semua keluarga untuk bersabar menghadapi sikap si kecil dan minta mereka untuk tidak “menekan” atau mengolok-olok si kecil.
7. Hindari mengritik atau mengecilkannya. Tidak ada hal yang menghancurkan rasa percaya diri anak dengan amat cepat kecuali kata-kata yang tidak menyenangkan, walaupun Anda mungkin berpikir itu cuma gurauan atau candaan.
8. Ingat, tak ada manfaatnya membuat anak menjadi malu alias dipermalukan. Sifat ini sudah merupakan pembawaan dan bukan kemauan anak.
9. Jangan menghindari acara atau situasi sosial lainnya. Mungkin Anda akan berpikir, si kecil justru lebih berani jika tidak harus berkumpul dengan banyak orang. Justru jangan biarkan dia tidak bergabung pada kelompok aktivitas. Mungkin anak akan perlu waktu lebih lama untuk bisa membaur dan menyatu dengan teman-temannya, tapi lebih banyak dia bergaul, bertemu orang baru, akan lebih cepat dia menjadi terbiasa dan tak perlu waktu lama lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
Saat menghadiri pesta HUT, misalnya, Anda bisa mengajaknya datang lebih awal, sebelum para undangan lainnya, sehingga anak bisa melihat terlebih dulu ruangan, situasi, dan lainnya. Ini akan membuatnya merasa relaks dan percaya diri.
10. Cari cara bersosialisasi yang dapat mengurangi stres anak. Pilih kegiatan-kegiatan yang melibatkannya dalam kelompok kecil dan tenang atau tempat yang sudah dikenalnya. Jika perpustakaan merupakan tempat favoritnya, Anda dapat mengajak teman-temannya untuk sama-sama mengunjungi perpustakaan tersebut.
Latihan serta saran di atas akan sangat bermanfaat bagi si kecil yang pemalu. Bukannya tak mungkin, nantinya sifat pemalunya itu akan sirna seiring dengan bertambahnya usia anak karena ia sudah mendapat banyak masukan dan latihan.
Para ahli percaya, pada masa pertumbuhan anak, pengaruh keturunan memang berperan. Mungkin hanya 10 persen dari anak yang dilahirkan yang memiliki bawaan sifat bagaikan orang dewasa. Oleh sebab itu, tak perlu cemas akan masa depan anak. Yang penting, fokuskan perhatian untuk mendukung anak dalam menghadapi dunia.
perangai ‘malu’ anak-anak
SEBEGITU aktif dan cerewetnya orang tua, sebegitu gigihnya usaha orang tua, terkadang sama sekali tidak bisa mengubah perangai ‘malu’ anak-anak. Kalau sudah begini, bagaimana yang harus kita lakukan? Apakah kita lantas putus asa, pasrah, dan berdiam diri?
Sedari awal, orang tua harus peka terhadap perilaku, sifat, dan tabiat anak. Oleh karenanya, pendampingan yang intensif perlu dilakukan untuk terus memantau perkembangan anak. Selalu mendampingi, baik dari dekat maupun kejauhan. Selalu mengamati, baik dalam suka kita maupun duka kita.
1. Ambil Sisi Positifnya
Kadang kita dibuat jengkel oleh anak yang pemalu. Disuruh ini-itu tidak mau. Disuruh begini-begitu tidak mau. Jawabannya cukup singkat, “Malu…ah!” atau mengayun-ayunkan tubuh sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Jika anak sudah menunjukkan gelagat malunya, sebaiknya dampingi dia. Bimbing dan gandenglah untuk melakukan sesuatu, sambil bisiki dengan kata-kata penyemangat.
Kita tak boleh malu dan harus mau menerima punya anak yang pemalu. Daripada punya anak yang malu-maluin? Coba bayangkan saja kalau anak Anda berbuat hal yang membuat Anda malu, misalnya suka mengambil makanan seenaknya di rumah orang. Lebih baik anak Anda malu menerima kalau diberi makanan tho? Setidaknya, dalam diri anak yang pemalu ada harga diri daripada anak yang malu-maluin yang tak tahu malu. Tak apa anak Anda pemalu, tapi dia lebih sopan dan tahu malu kok.
Anak yang pemalu umumnya pendiam, tidak berisik, apalagi urakan. Tapi anak yang pendiam bukan berarti pemalu lho!
2. Mengapa Malu?
Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa malu. Anak yang malu terkadang merasa tidak percaya diri ketika tampil di depan umum. Misalnya, anak malu jika disuruh menyanyi di depan kelas. Guru harus telaten menggandeng dia untuk maju. Diharapkan lambat laun si anak akan menjadi berani. Oleh sebab itu, dukungan penuh dari segala pihak sangat dibutuhkan.
Kadang anak merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. Dia tidak mau bergaul karena malu tidak punya apa-apa. Menghadapi anak yang demikian, kita harus menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak dengan mengajak dia menggali kelebihan dan keistimewaan yang dimillikinya. Sikap malu yang demikian ini cenderung ke arah minder, rendah diri. Orang tua harus rajin memotivasi anak. Jangan sampai rasa mindernya menghambat perkembangannya.
Tampak bahwa anak yang malu tampil harus cenderung diarahkan untuk berani. Sedangkan anak yang minder harus cenderung diarahkan untuk percaya diri.
Anak yang sulit diarahkan untuk menjadi berani tampil, akhirnya cenderung berperilaku menjadi anak yang “pemalu”. Anehnya, anak yang begini malah enjoy dan menikmati sifatnya. Ia merasa terusik jika ada teman atau orang lain yang mengganggu aktivitasnya. Menghadapi anak yang demikian perlu kesabaran orang tua untuk terus mengawasi dan mendampinginya. Jangan sampai keasyikannya menyendiri atau bermalu-malu menimbulkan hal-hal yang tidak dikehendaki, seperti keegoisan dan sangat tertutup.
3. Profesi untuk si Pemalu
Bila Anda sudah dapat menerima dan mengerti sifat pemalu si buah hati, berusahalah berbuat yang terbaik baginya. Biasanya anak pemalu senang berdiam diri dalam melakukan aktivitas, menyendiri, memisah dari teman-temannya. Jangan terkejut jika anak Anda lebih senang membaca komik daripada menemani Anda menemui tamu, atau diajak pergi ke arisan. Ya…, tak perlu memaksa dia untuk mengubah tabiatnya.
Kita bisa membuat strategi untuk dia. Kita giring dia melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan sendiri, misalnya membuat cerita, menggambar, dan lain sebagainya. Atau kita masukkan dia ke sanggar lukis atau musik. Dia pasti akan senang tatkala jemarinya mulai lincah memainkan alat musik.
Pendek kata, kita arahkan dia pada aktivitas, profesi yang lebih cenderung kepada ketekunan diri. Menjadi penulis, pelukis, atau pemusik, biasanya merupakan hal yang disenangi anak-anak pemalu. Bagaimana bisa? Bukankah profesi-profesi ini terkadang juga harus berhubungan dengan orang lain? Ya…, tetapi dengan ketekunan dirinya, anak yang pemalu akan menunjukkan kehebatannya. Yang diacungi jempol di sini adalah pertunjukan dan kepiawaiannya memainkan pena, kuas, dan alat musik…, tanpa bicara. Lambat laun dia pasti ingin memperlihatkan kehebatannya dan mulai berani untuk tampil. Tidak malu-maluin kan?
Coba cari profesi-profesi lain yang cocok untuk anak-anak pemalu. Pasti masih banyak…, ahli komputer, arsitek, dan lain-lain. Anda harus menyiapkan banyak pilihan yang siap disodorkan pada anak, dengan catatan… tanpa paksaan dan sesuai dengan bakat atau hobi anak.
Jadi, jangan terlalu cemas memiliki anak yang pemalu. Jika kita kelola dengan baik dan sungguh-sungguh, si pemalu lambat laun juga akan muncul untuk menunjukkan kebolehannya atau pun karya-karya hebatnya. Jangan terlalu memvonis si pemalu, tapi ambillah sisi-sisi positifnya. Dan jangan sesekali melabeli dan mengatakan dia sebagai “anak pemalu”. Cukup Anda simpan dan kelola dengan baik, dengan tetap terus mengupayakan bergaulnya. Niscaya dia akan menjadi anak yang cemerlang, karena mempunyai lebih banyak waktu untuk menyendiri dan menekuni aktivitasnya dengan penuh konsentrasi.
Sedari awal, orang tua harus peka terhadap perilaku, sifat, dan tabiat anak. Oleh karenanya, pendampingan yang intensif perlu dilakukan untuk terus memantau perkembangan anak. Selalu mendampingi, baik dari dekat maupun kejauhan. Selalu mengamati, baik dalam suka kita maupun duka kita.
1. Ambil Sisi Positifnya
Kadang kita dibuat jengkel oleh anak yang pemalu. Disuruh ini-itu tidak mau. Disuruh begini-begitu tidak mau. Jawabannya cukup singkat, “Malu…ah!” atau mengayun-ayunkan tubuh sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Jika anak sudah menunjukkan gelagat malunya, sebaiknya dampingi dia. Bimbing dan gandenglah untuk melakukan sesuatu, sambil bisiki dengan kata-kata penyemangat.
Kita tak boleh malu dan harus mau menerima punya anak yang pemalu. Daripada punya anak yang malu-maluin? Coba bayangkan saja kalau anak Anda berbuat hal yang membuat Anda malu, misalnya suka mengambil makanan seenaknya di rumah orang. Lebih baik anak Anda malu menerima kalau diberi makanan tho? Setidaknya, dalam diri anak yang pemalu ada harga diri daripada anak yang malu-maluin yang tak tahu malu. Tak apa anak Anda pemalu, tapi dia lebih sopan dan tahu malu kok.
Anak yang pemalu umumnya pendiam, tidak berisik, apalagi urakan. Tapi anak yang pendiam bukan berarti pemalu lho!
2. Mengapa Malu?
Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa malu. Anak yang malu terkadang merasa tidak percaya diri ketika tampil di depan umum. Misalnya, anak malu jika disuruh menyanyi di depan kelas. Guru harus telaten menggandeng dia untuk maju. Diharapkan lambat laun si anak akan menjadi berani. Oleh sebab itu, dukungan penuh dari segala pihak sangat dibutuhkan.
Kadang anak merasa ada sesuatu yang kurang dalam dirinya. Dia tidak mau bergaul karena malu tidak punya apa-apa. Menghadapi anak yang demikian, kita harus menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri anak dengan mengajak dia menggali kelebihan dan keistimewaan yang dimillikinya. Sikap malu yang demikian ini cenderung ke arah minder, rendah diri. Orang tua harus rajin memotivasi anak. Jangan sampai rasa mindernya menghambat perkembangannya.
Tampak bahwa anak yang malu tampil harus cenderung diarahkan untuk berani. Sedangkan anak yang minder harus cenderung diarahkan untuk percaya diri.
Anak yang sulit diarahkan untuk menjadi berani tampil, akhirnya cenderung berperilaku menjadi anak yang “pemalu”. Anehnya, anak yang begini malah enjoy dan menikmati sifatnya. Ia merasa terusik jika ada teman atau orang lain yang mengganggu aktivitasnya. Menghadapi anak yang demikian perlu kesabaran orang tua untuk terus mengawasi dan mendampinginya. Jangan sampai keasyikannya menyendiri atau bermalu-malu menimbulkan hal-hal yang tidak dikehendaki, seperti keegoisan dan sangat tertutup.
3. Profesi untuk si Pemalu
Bila Anda sudah dapat menerima dan mengerti sifat pemalu si buah hati, berusahalah berbuat yang terbaik baginya. Biasanya anak pemalu senang berdiam diri dalam melakukan aktivitas, menyendiri, memisah dari teman-temannya. Jangan terkejut jika anak Anda lebih senang membaca komik daripada menemani Anda menemui tamu, atau diajak pergi ke arisan. Ya…, tak perlu memaksa dia untuk mengubah tabiatnya.
Kita bisa membuat strategi untuk dia. Kita giring dia melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan sendiri, misalnya membuat cerita, menggambar, dan lain sebagainya. Atau kita masukkan dia ke sanggar lukis atau musik. Dia pasti akan senang tatkala jemarinya mulai lincah memainkan alat musik.
Pendek kata, kita arahkan dia pada aktivitas, profesi yang lebih cenderung kepada ketekunan diri. Menjadi penulis, pelukis, atau pemusik, biasanya merupakan hal yang disenangi anak-anak pemalu. Bagaimana bisa? Bukankah profesi-profesi ini terkadang juga harus berhubungan dengan orang lain? Ya…, tetapi dengan ketekunan dirinya, anak yang pemalu akan menunjukkan kehebatannya. Yang diacungi jempol di sini adalah pertunjukan dan kepiawaiannya memainkan pena, kuas, dan alat musik…, tanpa bicara. Lambat laun dia pasti ingin memperlihatkan kehebatannya dan mulai berani untuk tampil. Tidak malu-maluin kan?
Coba cari profesi-profesi lain yang cocok untuk anak-anak pemalu. Pasti masih banyak…, ahli komputer, arsitek, dan lain-lain. Anda harus menyiapkan banyak pilihan yang siap disodorkan pada anak, dengan catatan… tanpa paksaan dan sesuai dengan bakat atau hobi anak.
Jadi, jangan terlalu cemas memiliki anak yang pemalu. Jika kita kelola dengan baik dan sungguh-sungguh, si pemalu lambat laun juga akan muncul untuk menunjukkan kebolehannya atau pun karya-karya hebatnya. Jangan terlalu memvonis si pemalu, tapi ambillah sisi-sisi positifnya. Dan jangan sesekali melabeli dan mengatakan dia sebagai “anak pemalu”. Cukup Anda simpan dan kelola dengan baik, dengan tetap terus mengupayakan bergaulnya. Niscaya dia akan menjadi anak yang cemerlang, karena mempunyai lebih banyak waktu untuk menyendiri dan menekuni aktivitasnya dengan penuh konsentrasi.
Panduan Menghadapi Anak Pemalu
Panduan Menghadapi Anak Pemalu
APAKAH kamu memiliki anak yang hanya pendiam alias 'jago kandang ? Berikut adalah panduan untuk membuat anak benarbenar menjadi jagoan, tak hanya di kandang. Tetapi jagoan di depan semua orang. Guru anak kamu tiba- tiba memanggil kamu secara pri badi soal perkembangan anak , tentunya kamu deg-degan dong. Apa ya yang terjadi padanya di sekolah ? Apa dia nakal dan jahilin temannya ?
Tidak, ternyata tidak demikian ! Justru kebalikannya, dia adalah anak yang sangat pendiam dan pemalu. Berbeda saat ada di rumah. Dia biasanya bandel, ceria dan tak pernah berhenti berbicara dan mengganggu kamu. Lalu mengapa dia bisa berubah menjadi diam dan pemalu ?
Bisa jadi mereka tak percaya diri, kurang bersosialisasi dengan orang luar, dan merasa takut atau kurang nyaman de ngan dunia luar. Hal ini wajar terjadi pada anak usia 3 tahun ke atas, saat mereka harus bertemu de ngan dunia luar dan mencicipi bangku sekolah. Lalu, bagaimana menghadapi anak yang pemalu seperti mereka ?
• Kontak mata Kontak mata adalah yang paling penting di dalam sebuah komunikasi, dengan kontak mata maka pesan akan lebih efektif tersampaikan pada lawan bicara, dan tentu saja pesan tersebut lebih meyakinkan ketimbang saat berbicara tanpa ada kontak mata. Nah ajarkan si kecil untuk berbicara sambil ada kontak mata. Jangan paksa dia, namun gunakan cara yang halus. Jika si kecil masih merasa kurang percaya diri, katakan padanya untuk melihat hidung si lawan bicara. Setidaknya trik ini akan mengelabui lawan bicara dan seolah-olah sedang menatap matanya.
• Bermain di luar ruangan Biasakan dia untuk bermain di luar rumah, bukan berarti tanpa pengawasan. Tetapi misalnya di tempat bermain di mal yang aman. Dia tentu akan terhibur dengan aneka permainan yang ada dan sedikit demi sedikit keberaniannya akan timbul jika sering bertemu dengan banyak orang.
• Meet and greet Seminggu sekali pastikan kamu mengajaknya bermain dan berkumpul dengan sepupu atau anak teman kamu. Jangan biarkan dia hanya berteman dengan Spongebob atau Dora saja. Tetapi pastikan dia punya teman sedari kecil yang memicunya untuk lebih aktif dengan kenakalan yang positif.
• Hello are you yellow? Menjadi operator telepon selalu menarik dan menyenangkan bagi anak kecil. Biarkan dia yang menerima telepon saat telepon berdering. Ajarkan padanya bagaimana tata cara yang sopan saat menerima telepon. Perlahan dia akan semakin tertarik untuk lebih berani berbicara dengan orang lain.
• Kesabaran Tak ada hal lain yang lebih penting ketimbang kesabaran sebagai seorang ibu. Anak adalah adonan rapuh, sehingga kita harus dengan hati-hati membentuknya menjadi kue cantik. Kesabaran adalah satusatunya bumbu yang harus dimiliki dalam menghadapi mereka. Tanpa kesabaran, kamu tak akan berhasil membentuk sebuah kue cantik
APAKAH kamu memiliki anak yang hanya pendiam alias 'jago kandang ? Berikut adalah panduan untuk membuat anak benarbenar menjadi jagoan, tak hanya di kandang. Tetapi jagoan di depan semua orang. Guru anak kamu tiba- tiba memanggil kamu secara pri badi soal perkembangan anak , tentunya kamu deg-degan dong. Apa ya yang terjadi padanya di sekolah ? Apa dia nakal dan jahilin temannya ?
Tidak, ternyata tidak demikian ! Justru kebalikannya, dia adalah anak yang sangat pendiam dan pemalu. Berbeda saat ada di rumah. Dia biasanya bandel, ceria dan tak pernah berhenti berbicara dan mengganggu kamu. Lalu mengapa dia bisa berubah menjadi diam dan pemalu ?
Bisa jadi mereka tak percaya diri, kurang bersosialisasi dengan orang luar, dan merasa takut atau kurang nyaman de ngan dunia luar. Hal ini wajar terjadi pada anak usia 3 tahun ke atas, saat mereka harus bertemu de ngan dunia luar dan mencicipi bangku sekolah. Lalu, bagaimana menghadapi anak yang pemalu seperti mereka ?
• Kontak mata Kontak mata adalah yang paling penting di dalam sebuah komunikasi, dengan kontak mata maka pesan akan lebih efektif tersampaikan pada lawan bicara, dan tentu saja pesan tersebut lebih meyakinkan ketimbang saat berbicara tanpa ada kontak mata. Nah ajarkan si kecil untuk berbicara sambil ada kontak mata. Jangan paksa dia, namun gunakan cara yang halus. Jika si kecil masih merasa kurang percaya diri, katakan padanya untuk melihat hidung si lawan bicara. Setidaknya trik ini akan mengelabui lawan bicara dan seolah-olah sedang menatap matanya.
• Bermain di luar ruangan Biasakan dia untuk bermain di luar rumah, bukan berarti tanpa pengawasan. Tetapi misalnya di tempat bermain di mal yang aman. Dia tentu akan terhibur dengan aneka permainan yang ada dan sedikit demi sedikit keberaniannya akan timbul jika sering bertemu dengan banyak orang.
• Meet and greet Seminggu sekali pastikan kamu mengajaknya bermain dan berkumpul dengan sepupu atau anak teman kamu. Jangan biarkan dia hanya berteman dengan Spongebob atau Dora saja. Tetapi pastikan dia punya teman sedari kecil yang memicunya untuk lebih aktif dengan kenakalan yang positif.
• Hello are you yellow? Menjadi operator telepon selalu menarik dan menyenangkan bagi anak kecil. Biarkan dia yang menerima telepon saat telepon berdering. Ajarkan padanya bagaimana tata cara yang sopan saat menerima telepon. Perlahan dia akan semakin tertarik untuk lebih berani berbicara dengan orang lain.
• Kesabaran Tak ada hal lain yang lebih penting ketimbang kesabaran sebagai seorang ibu. Anak adalah adonan rapuh, sehingga kita harus dengan hati-hati membentuknya menjadi kue cantik. Kesabaran adalah satusatunya bumbu yang harus dimiliki dalam menghadapi mereka. Tanpa kesabaran, kamu tak akan berhasil membentuk sebuah kue cantik
Cara menghilangkan sifat pemalu
Cara menghilangkan sifat pemalu :
-mulailah bersosialisasi dari kelompok yang kecil misalnya buat kelompok belajar, kepanitiaan acara, ekskul, grup nongkrong bareng, atau biasakan bercerita dengan adik dan kakak sendiri, atau teman dekat dan tentu saja dimulai dari kehidupan sehari-hari,Coba mulai pembicaraan dari hal yang ringan-ringan saja, misal: sedang apa? hari ini makan apa? menu makanan apa yang kamu suka? Atau bisa juga kamu bercerita tentang kegiatan kamu seharian tadi, apakah ada masalah dengan teman kamu, atau cerita yang kamu anggap menarik untuk dibahas. Lambat laun kamu akan terbiasa ko dalam menghadapi orang lain.
- Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.
- Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.
- Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya/tidak.
- Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.
- Berhentilah memikirkan ’segalanya atau bukan apa-apa.’ Pemikiran ‘pasti begini/pasti begitu’ tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ‘Anda salah’ dan ‘mereka benar,’ orang yang marah akan melihat dirinya ‘gagal’, sedang yang lain ‘berhasil.’ Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.
- Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
- Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial.
-mulailah bersosialisasi dari kelompok yang kecil misalnya buat kelompok belajar, kepanitiaan acara, ekskul, grup nongkrong bareng, atau biasakan bercerita dengan adik dan kakak sendiri, atau teman dekat dan tentu saja dimulai dari kehidupan sehari-hari,Coba mulai pembicaraan dari hal yang ringan-ringan saja, misal: sedang apa? hari ini makan apa? menu makanan apa yang kamu suka? Atau bisa juga kamu bercerita tentang kegiatan kamu seharian tadi, apakah ada masalah dengan teman kamu, atau cerita yang kamu anggap menarik untuk dibahas. Lambat laun kamu akan terbiasa ko dalam menghadapi orang lain.
- Pikirkan tentang cara Anda merasa dan bertindak di sekitar orang-orang yang telah Anda kenal, dimana Anda bisa merasa nyaman dan bersikap spontan. Alihkan perasaan itu saat Anda bertemu kenalan baru, begitu pula dalam situasi yang membuat rasa percaya diri Anda memudar.
- Hindari terlalu memperhatikan diri Anda sendiri. Tentu saja, Anda boleh sedikit memikirkan tentang bagaimana Anda akan melewatkan perbicangan dengan orang banyak, tapi jika seluruh fokus Anda tercurah pada kata-kata sendiri dan perasaan Anda, selanjutnya Anda akan mulai merasa gugup sendiri. Ingat-ingat apa yang dikenakan oleh orang lain dan buat catatan tersendiri, dengarkan apa yang mereka perbincangkan, bayangkan dimana mereka tinggal, buat sebuah garis besar atau ingat-ingat nama mereka. Hal ini bukan hanya memberi Anda bahan perbincangan, tapi juga mencairkan ketegangan dalam bersosialisasi dan membuat perasaan Anda lebih tenang.
- Buat pertanyaan terbuka pada semua orang. Banyak orang yang lebih senang bicara tentang diri mereka sendiri, dan temukan sebuah topik yang membuat orang lain tertarik. Apa yang membuat mereka tertarik akan membuat perbicangan berjalan menyenangkan bagi semua orang. Selalu ajukan pertanyaan yang memungkinkan jawaban lebih dari ya/tidak.
- Berhentilah percaya pada imajinasi Anda. Mungkin Anda pernah membuat gambaran tentang sebuah liburan yang menyenangkan dan pada kenyataanya jauh berbeda dari yang Anda bayangkan. Itu menunjukan beatapa tak dapat dipercayanya bayangan kita sendiri. Berhentilah memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, karena apa yang dipikiran orang lain tentang Anda, belum tentu sama persis seperti bayangan Anda.
- Berhentilah memikirkan ’segalanya atau bukan apa-apa.’ Pemikiran ‘pasti begini/pasti begitu’ tertuang saat Anda mengalami emosi. Orang-orang yang sedang depresi, marah dan gelisah melihat kenyataan dari hal-hal ini dengan perbedaan yang ektrim. Bagi orang yang sedang marah ‘Anda salah’ dan ‘mereka benar,’ orang yang marah akan melihat dirinya ‘gagal’, sedang yang lain ‘berhasil.’ Jadi berhentilah berpikir kalau Anda mungkin telah mengatakan hal yang salah, atau orang lain akan membenci Anda. Saat Anda merasa rileks dalam pergaulan sosial, Anda juga akan mendapat lebih sedikit peringatan dari diri sendiri, karena dalam keadaan gugup, biasanya Anda akan mulai berpikir tentang segalanya atau bukan apa-apa.
- Nikmati waktu Anda. Hindari mengatakan hal-hal tanpa berpikir terlebih dulu. Ajukan pertanyaan, dan jika mendapat pertanyaa. Anda dapat mempertimbangkan jawaban terlebih dahulu sebagai tanggapan Anda, jangan asal menjawab tanpa berpikir. Jawaban yang diluncurkan dengan perlahan merupakan cara bersikap santai.
- Akhirnya, gunakan latihan hipnotis. Hipnotis merupakan cara tercepat untuk mengubah tanggapan instink/emosi Anda dalam setiap situasi. Hanya pikirkan bahwa pikiran dan tubuh Anda dalam keadaan rilek sewaktu bertemu orang baru. Sebenarnya, sewaktu Anda merasa santai seringkali Anda akan menemukan saat yang tepat untuk menerapkan hipnotis agar merasa lebih percaya dirisaat berhadapan dengan orang-orang baru, dan tentu saja pada titik ini rasa malu akan tersingkir dengan sendirinya.
Bagi Anda yang memiliki masalah dengan rasa malu saat bertemu dengan kenalan baru, dapat Anda mencoba tujuh tips yang kami sampaikan di atas. Dan semoga setelah itu Anda akan lebih percaya diri saat bertemu orang-orang baru dalam pergaulan sosial.
cara menghadapi anak yang pemalu atau pendiam.
cara menghadapi anak yang pemalu atau pendiam.
Kita harus memberikan :
1. Perhatian,
2. Motivasi,
3. Pujian,
1. PERHATIAN
Dengan memberikan perhatian kita akan membuat si anak merasa ada di lingkungannya berada. Seperti memberikan kesempatan dia untuk tampil ke depan kelas agar dia memperoleh kepercyaan diri saat berada di depan kelas dan di sana dia kemudian terpancing untuk mencoba kembali tampil di depan.
2. MOTIVASI
Dengan memberikan motivasi maka kita akan memberikan suatu acuan atau dorongan agar dia terpacu untuk tampil dan berkreasi. Seperti memberikan suatu percontohan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan dan tugas.
3. PUJIAN
Tidak lupa memberikan suatu pujian saat dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dia kerjakan,karena dengan memberikan suatu pujian itu dapat memberikan suatu rasa kepercayaan diri .Tetapi jangan terlalu berlebihan karena itu dapat membuat si anak merasa terlalu bisa melakukan segalanya dan akhirnya lupa akan posisi sebenarnya.
Baiklah kawan-kawan sekalian, saya rasa hanya itu yang saya bisa sampaikan. Apabila ada tanggapan ataupun sanggahan mengenai posting ini silahkan memberikan komen dan mengikuti blog saya.
Kita harus memberikan :
1. Perhatian,
2. Motivasi,
3. Pujian,
1. PERHATIAN
Dengan memberikan perhatian kita akan membuat si anak merasa ada di lingkungannya berada. Seperti memberikan kesempatan dia untuk tampil ke depan kelas agar dia memperoleh kepercyaan diri saat berada di depan kelas dan di sana dia kemudian terpancing untuk mencoba kembali tampil di depan.
2. MOTIVASI
Dengan memberikan motivasi maka kita akan memberikan suatu acuan atau dorongan agar dia terpacu untuk tampil dan berkreasi. Seperti memberikan suatu percontohan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan dan tugas.
3. PUJIAN
Tidak lupa memberikan suatu pujian saat dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dia kerjakan,karena dengan memberikan suatu pujian itu dapat memberikan suatu rasa kepercayaan diri .Tetapi jangan terlalu berlebihan karena itu dapat membuat si anak merasa terlalu bisa melakukan segalanya dan akhirnya lupa akan posisi sebenarnya.
Baiklah kawan-kawan sekalian, saya rasa hanya itu yang saya bisa sampaikan. Apabila ada tanggapan ataupun sanggahan mengenai posting ini silahkan memberikan komen dan mengikuti blog saya.
Langganan:
Postingan (Atom)